Nilai ekspor komoditas udang yang berhasil mengungguli hasil
perikanan lain di Indonesia sepanjang 2014 membuat prospek investasi di
bidang ini sangat menggiurkan. Hingga September 2014 ekspor udang
berhasil meningkat 69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Budidaya udang itu paling seksi dan menggiurkan. Dengan dua kali
panen dalam setahun, dalam waktu satu tahun saja sudah bisa balik
modal," ujar Yugi Prayanto, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri
Indonesia (KADIN) Bidang Kelautan dan Perikanan, dikutip dari CNN
Indonesia.
Yugi menjelaskan sepanjang 2014 ekspor budidaya perikanan mencapai
US$ 4,1 miliar. Dari angka tersebut, sebanyak 51 persen diantaranya
berasal dari komoditas udang. “Udang memberikan kontribusi ekspor
tertinggi,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Yugi optimistis investasi di budidaya udang tahun
2015 mampu tumbuh sebesar 80 persen. "Kalau untuk ekspor perikanan biasa
mungkin tumbuh di bawah itu, tapi KADIN yakin investasi di komoditas
udang punya prospek bagus," ujarnya.
Data dari KADIN menunjukkan negara tujuan ekspor udang terbesar
adalah Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Dengan volume ekspor ke AS
mencapai 37.779 ton dengan nilai US$ 437,3 juta, atau meningkat 30,28
persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 28.998 ton dengan
nilai ekspor US$ 261,6 juta.
Sementara volume ekpor ke Jepang pada tercatat sebanyak 21.835 ton
dengan nilai US$ 144,17 juta, atau turun 7,66 persen dari periode yang
sama tahun lalu yang sebanyak 23.546 ton senilai USD 168,38 juta.